The Magnificent Mawlid Simtuddurar
Karya Abadi Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi (1259 - 1330 H)
Tarikh & Sejarah Penyusunan Maulid Simtuddurar
Kitab Simtuddurar mulai disusun oleh Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di kediamannya di Seiwun, Hadramaut pada hari Kamis, 26 Shafar 1327 H, dan rampung dibacakan secara sempurna pada tanggal 10 Rabiul Awwal 1327 H.
Habib Ali mengungkapkan rasa syukur mendalam kepada Allah atas kemudahan penulisan maulid ini. Beliau berkata: "Sudah lama aku merindukan untuk menyusun kisah maulid Nabi SAW... Hingga Allah membukakan hatiku untuk menyusun Simtuddurar ini."
Maulid ini dibawa ke Indonesia oleh putra beliau, Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi (pendiri Masjid Riyadh Solo), dan kini menjadi bacaan maulid yang paling banyak dibaca dan dihafal oleh kaum muslimin di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ... الْفَاتِحِ الْخَاتِمِ الْمُقَرَّبْ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ... الْمُصْطَفَى الْمُجْتَبَى الْمُحَبَّبْ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ... مَا هَبَّتِ الرِّيحُ وَتَمَايَلَ الْقَضَبْ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ... وَآلِهِ وَمَنْ بِالنَّبِيِّ يُنْسَبْ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ... وَارْضَ عَنِ الصَّحْبِ مَنْ تَرَتَّبْ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ ... وَاهْدِنَا لِلرَّشَادِ وَأَصْلِحْ مَا فَسَدْ
Yaa Robbi sholli 'ala Muhammad... Al-faatihil khootimil muqorrob
Yaa Robbi sholli 'ala Muhammad... Al-mushthofal mujtabal muhabbab...
Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, selama cahaya bintang masih berkilau di ufuk langit.
Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, sang pembuka, penutup para nabi, yang didekatkan ke hadirat-Mu.
Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, insan yang terpilih, yang dicintai.
Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, serta keluarga dan siapa saja yang bernasab kepada Nabi.
Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, dan ridhailah para sahabat.
O my Lord, bestow blessings upon Muhammad, as long as starlight gleams upon the horizon.
O my Lord, bestow blessings upon Muhammad, the opener, the seal, the brought-near.
O my Lord, bestow blessings upon Muhammad, the chosen, the beloved.
O my Lord, bestow blessings upon Muhammad, his family, and all who trace lineage to him.
O my Lord, bestow blessings upon Muhammad, and be pleased with his noble companions.
Segala puji bagi Allah yang amat kokoh kekuasaan-Nya, amat nyata bukti-bukti keagungan-Nya, terbentang luas di alam semesta kedermawanan dan kebaikan-Nya. Maha Tinggi kemuliaan-Nya dan Maha Agung kedudukan-Nya. Dia menciptakan makhluk demi sebuah hikmah yang tersimpan dalam ilmu-Nya, dan mengutus kepada mereka makhluk yang paling mulia dan hamba yang paling agung sebagai rahmat bagi semesta.
All praise belongs to Allah, Whose sovereignty is absolute, Whose proof is evident, Whose generosity embraces all creation. He created creation with divine wisdom and sent unto them the most honorable of His creation as an embodiment of mercy.
Allah Yang Maha Benar telah bertajalli dalam alam kesucian-Nya yang luas, dengan tajalli yang menetapkan tersebarnya anugerah-Nya kepada yang dekat maupun yang jauh. Maka segala puji bagi-Nya yang tiada henti, ketika Dia menampakkan dari alam ketiadaan, rupa insan kamil ini (Nabi Muhammad) agar kedua alam (jin dan manusia) beroleh kehormatan dengan wujudnya.
The Real manifested in the vast realm of His holiness, decreeing the dispersal of His favor near and far. Infinite praise befits Him for bringing forth from the realm of potential the archetype of this Perfect Man (Muhammad ﷺ).
يَا حَبِيبْ سَلَامٌ عَلَيْكَ ... صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ
أَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا ... فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُورُ
مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا ... قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُورِ
أَنْتَ شَمْسٌ أَنْتَ بَدْرٌ ... أَنْتَ نُورٌ فَوْقَ نُورِ
أَنْتَ إِكْسِيرٌ وَغَالِي ... أَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُورِ
Yaa Habiib salaam 'alaika... Sholawaatullaah 'alaika
Asyroqol badru 'alainaa... Fakhtafat minhul buduuru
Mitsla husnik maa ro-ainaa... Qoth-thu yaa wajhas-suruuri...
Wahai Nabi, salam sejahtera atasmu. Wahai Rasul, salam sejahtera atasmu.
Wahai Kekasih, salam sejahtera atasmu. Shalawat Allah senantiasa tercurah atasmu.
Telah terbit purnama di hadapan kami, maka meredup lah seluruh rembulan karenanya.
Keindahan semisal parasmu belum pernah kami lihat sama sekali, wahai wajah sumber kegembiraan!
Engkau laksana matahari, engkau laksana purnama, engkau cahaya di atas segala cahaya!
Engkaulah penawar hati yang tak ternilai, engkaulah lentera penerang dada manusia.
O Prophet, peace be upon you! O Messenger, peace be upon you!
O Beloved, peace be upon you! The blessings of Allah be upon you!
The Full Moon has risen upon us, eclipsing all other moons!
Such sublime beauty we have never beheld, O countenance of eternal bliss!
You are the Sun, you are the Moon, you are Light upon light!